X-Steel - Link Select 2

Pembimbing dan Peserta LKS 28-29 Februari 2020

Penutupan LKS di SMKN 29 Jakarta.

Pembimbing dan Peserta LKS 27-28 Februari 2019

Foto Bersama di SMKN 4 Jakarta.

Pembimbing LKS

Foto Bersama di SMKN 4 Jakarta.

Lomba LKS Elektronika Aplikasi 2015 @ Panasonic Gobel

Foto bersama juri dan peserta LKS dari SMKN 53 Jakarta.

Pengarahan dari juri LKS DKI 2015

Pengarahan yang diberikan oleh juri selama LKS berlangsung.

Prototype Design Project

Project yang dilakukan dengan merakit komponen yang ada menjadi contoh yang ada.

Fault Finding, Repair and measurement Project

Project untuk mencari kerusakan dan kesalahan serta melakukan pengukurannya.

Reverse Enginering Project

Project membuat sebuah skema dari sebuah peralatan elaktronika.

Pentingnya waktu sholat

Sholat Subuh, Dzuhur, dan Ashar.

Pentingnya waktu sholat

Sholat Magrib, Isya, dan Tahajud.

LKS 2016

Foto bersama pada LKS tahun 2016.

LKS 2018

Brefing sebelum lomba.

Tuesday, 26 March 2013

Compact Cassete Recorder



Prinsip Kerja Compact Cassette Recorder (Tape Recorder)


Compact Cassette Recorder atau kadang disebut sebagai tape recorder adalah alat yang digunakan untuk merekam dan memainkan ulang audio yang tertanam pada pita magnetik. Meskipun saat ini Tape Recorder sudah mulai menghilang dari pasaran namun, tape recorder masih digunakan dalam hal-hal tertentu yang bersifat Resmi.
Berikut akan kami bahas tentang Blok Diagram Compact Cassette Recorder secara sederhana dengan disertai prinsip kerjanya.

A.    Blok Diagram Tape Recorder



B.     Prinsip Kerja Tape Recorder
  • Sinyal dari Microfon diperkuat oleh penguat perekam. Blok oscilator bias frekuensi tinggi menghasilkan tegangan frekuensi tinggi untuk pragmentasi pita supaya proses merekam terhindar dari cacat.
  • Dari celah udara kepala rekam keluar medan magnetis dengan seirama dengan sinyal dari mikrofon.
  • Pada pita rekam terjadilah bidang-bidang rekam (zone) magnetis karena adanya induksi dari kepala rekam. Selama merekam, pita bergerak beraturan melalui muka celah udara kepala rekam.
  • Sebelum terjadi proses pada point 2 dan 3, Pita rekam telah dilewatkan dari head hapus dimana menghasilkan frekuensi tinggi yaitu sekitar lebih dari 1 KHz. Dengan melewati pita rekam ini, seluruh fluks magnetis yang tertanam pada pita rekam telah dihapus.
  • Pita yang telah mengandung rekaman magnetis apabila bergerak beraturan dengan kecepatan yang sama pada waktu merekam, maka oleh zone-zone magnetis diimbaskan tegangan imbas pada kepala reproduksi. Sinyal ini diperkuat oleh penguat Reproduksi dan oleh Loudspeaker diubah menjadi getaran mekanik. Inilah yang disebut keadaan “Main Ulang”.
  • Blok Oscilator Hapus berfungsi sebagai Oscilator pembangkit frekuensi tinggi guna menghapus pita dari rekaman yang terdahulu.

Merawat Tape Recorder dan Cassette


A.  Merawat Tape Recorder
1.    Jangan pernah menyimpan kaset dalam kondisi setengah habis (masih terdapat pita hitam). Pastikan kaset tersimpan dalam kotaknya dalam kondisi habis (pita putih) untuk menghindari perubahan kualitas suara kaset.
2.    Kebiasaan menyimpan kaset di dalam tape bukanlah hal yang baik. Head tape adalah medan magnet yang bisa membuat koleksi kaset mengalami perubahan suara naik turun. Setelah didengarkan, keluarkan segera kaset dan simpan pada kotaknya.
3.    siapkan rak khusus koleksi kaset dengan sirkulasi udara yang baik. Berikan rongga antar kaset, sehingga meminimalisir koleksi dari resiko terkena jamur. Jika sudah dempet-dempet dan salah satu koleksi kena jamur, biasanya nular ke koleksi lain.

B.  Merawat Cassette
 I. Cara membersihkan pita dari jamur.
Jika terlalu lama tak distel, pita kaset biasanya jamuran, yang membuat suaranya mendem jika diputar. Untuk membersihkannya ada beberapa cara. Cara teraman adalah distel bolak-balik sampai jamurnya hilang. Makan waktu memang. Namun jika tape kita memiliki mode high speed, ini takkan memakan waktu lama. Cara kedua adalah dengan alat pemutar manual (yang sering ada di bakul2 kaset bekas di taman puring dan jatinegara). Tisu yang sudah diberi alkohol ditempelkan ke bagian tengah pita kaset (yang menghadap ke bawah), dijepit dengan jari sehingga tisu tersebut menempel ke pita, lalu mulai diputar pelan-pelan.
Hanya saja perlu diperhatikan, ada beberapa jenis pita yang tak kuat dibersihkan dengan cara ini, yang berakibat pitanya rontok, diantaranya merek BASF dan pita kaset-kaset Indonesia lama. Sebaiknya jika membersihkan kaset-kaset jenis ini jangan menggunakan alkohol. Yang cukup kuat adalah pita Maxell. Ciri dari pita Maxell adalah tanda panah hitam yang dicetak di pita putih sebelum pita coklat. Label yang menggunakan pita jenis Maxell ini diantaranya adalah YESS, Monalisa dan Rockline.

2. Mengatasi suara mendem.
Suara mendem tak hanya diakibatkan jamur. Bisa juga busa alas pitanya mengeras atau tertutup kerak kotoran pita. Cara membersihkannya: gosok busa tersebut dengan cotton bud yang sudah direndam alkohol perlahan-lahan sampai kerak kotorannya jauh berkurang. Lalu antara busa dan pita diselipkan potongan tisu (jangan terlalu tebal). Ini gunanya agar kotoran dari pita tidak langsung terkena busa, melainkan menempel ke tisu tersebut. Insya Allah suara kembali jernih.

3. Mengatasi kaset "alot".

Kadang jika diputar, bunyi kaset akan mengayun, ini karena kaset tersebut berat memutar, istilahnya "alot". Jika dipaksakan sangat berbahaya karena pitanya  bisa menyangkut/kusut. Ini biasanya disebabkan karena kaset sering di-rewind/ fast forward, atau bisa juga pitanya memuai karena kepanasan. Biasanya karena diputar di tape mobil. Untuk mengatasinya ada beberapa cara: Cara pertama adalah kaset dipukul-pukulkan ke telapak tangan berkali-kali. Biasanya setelah itu jalannya lebih lancar. Jika masih berat, buka kaset tersebut dan ambil plastik/kertas yang ada di dalamnya, lalu setel bolak balik. Setelah lancar, jika memungkinkan, masukkan kembali kertas/plastik tsb.
Ada yang bilang, kaset dimasukkan ke dalam freezer, tapi saya sudah mencoba cara ini, sepertinya tidak manjur.

4. Penyimpanan yang tepat.
Menyimpan kaset jangan di tempat yang lembab atau terkena sinar matahari langsung. Kedua tempat ini lama kelamaan akan mempengaruhi kualitas suara. Jika memungkinkan, taruh di dalam lemari, jangan menempel langsung pada lantai. Jika jumlahnya banyak, bisa juga dibuatkan rak khusus murah meriah dari kayu, tentunya dengan memperhatikan kedua hal diatas. Jangan terlalu lembab dan jangan kena matahari langsung.

Menginstall Compact Cassette Recorder (Tape Recorder)

Berikut, pada postingan ini akan saya jelaskan cara untuk menginstal Compact Cassette Recorder,



Langkah Penginstallan
1.      Persiapan alat dan bahan yang dibutuhkan.
2.      Hubungkan steker Tape Recorder ke sumber tegangan 220 VAC.
3.      Rangkaikan alat seperti pada Gambar Kerja 1.1.
4.      Nyalakan Tape Recorder dengan menekan tombol power yang ada pada Tape Recorder.
5.      Hubungkan Microphone pada sambungan Mic (Jack Mic) yang tersedia pada Tape Recorder.
6.      Tekan tombol “Eject” untuk membuka tempat kaset Tape Recorder.
7.      Masukkan Kaset Audio ke dalam tempat kaset Tape Recorder.
8.      Tutup tempat kaset yang telah berisi kaset tersebut.
9.      Persiapkan suara untuk memulai perekaman melalui Tape Recorder.
10.  Tekan tombol “Play + Rec” untuk memulai proses perekaman audio.
11.  Tekan tombol “Stop” jika perekaman telah selesai atau untuk memberhentikan proses perekaman.
12.  Tekan tombol “Rewind” hingga kaset kembali ke letak awalnya.
13.  Tekan tombol “Play” untuk memutar/memainkan kembali Audio yang telah direkam.
14.  Tekan tombol “Stop” untuk memberhentikan proses pemutaran kaset.
15.  Keluarkan kaset jika setelah digunakan dengan menekan tombol “Eject”.
16.  Ambil Kaset dan tutup kembali tempat kaset yang terbuka.
17.  Matikan pesawat Tape Recorder dengan menekan tombol “power”
18.  Lepas konektor Mic dengan Jack Mic yang berada pada Tape Recorder.
19.  Lepas steker Tape Recorder dari tegangan sumber 220 VAC.
20.  Kembalikan semua pesawat dan alat yang digunakan ke semua tempat semula.


Mengoperasikan Compact Cassette Recorder


           Pesawat cassette recorder difungsikan untuk mereproduksi ulang informasi suara yang ada didalam pita kaset menjadi suara. Selain itu juga berfungsi untuk merekam informasi suara ke dalam pita Pesawat Cassette Recorder sering terlihat sudah terintegrasi dengan peralata Audio lain, seperti tape compo, tape deck, dan walkman. Dalam pengoperasiannya terdapat bagian sumber seperti microphone, peralatan musik , atau radio AM atau FM. Salah satu fungsi dari pesawat casette recorder adalah perekaman, dimana difungsikan untuk menyimpan sinyal audio dalam kaset, sehingga suatu saat bila diperlukan, sinyal audio tersebut dapat dimainkan kembali sehinggan terdengar pada loud speaker. 

Kecermatan memahami langkah atau prosedur pengoperasian peralatan Audio Untuk dapat mengoperasikan peralatan Audio yang benar agar tidak terjadi kesalahan maka sebaiknya memahami hal-hal dibawah ini :
  1. Simbol petir di dalam segitiga dimaksudkan untuk memperingatkan pengguna terhadap adanya tegangan tinggi di dalam yang tidak terisolasi.
  2. Tanda seru di dalam segitiga di maksudkan untuk memperingatkan pengguna terhadap adanya intruksi penting pengoperasian & perawatan penting dalam literature yang menyertai produk.

Perhatian
  1. Simbol petir di dalam segitiga dimaksudkan untuk memperingatkan pengguna terhadap adanya tegangan tinggi di dalam yang tidak terisolasi.
  2. Tanda seru di dalam segitiga di maksudkan untuk memperingatkan pengguna terhadap adanya intruksi penting pengoperasian & perawatan penting dalam literature yang menyertai produk.

Perawatan
  • Pilih tempat yang bebas debu & bebas goncangan
  • Letakan pesawat pada posisi * Pada waktu melakukan instalasi pesawat harus dalam keadaan mati ( off )
  • Sebelum mengoperasikan pesawat, perhatikan sumber daya yang akan digunakan ( listrik atau baterai )
  • Membersihkan pesawat cukup dengan kain kering atau diberi sedikit air, jangan menggunakan bahan kimia seperti spirtus, alcohol, bensin, dll.
  • Hubungi service terdekat jika pesawat mengalami kerusakan.

Pengoperasian Pada Pesawat Cassette Recorder yaitu :
1.      Atur knob atau tombol “ Function “ pada posisi “Tape”
2.      Buka tempat kaset dengan menenak tombol “ Stop/Eject “
3.      Masukkan kaset ke tempat kaset sesuai dengan sisi kaset yang akan dimainkan.
4.      Tekan tombol “ Play “ untuk memainkannya.
5.      Atur volume & graphic equalizer sesuai dengan selera anda.


Mereparasi Compact Cassette Recorder (Tape Recorder)


Jika kaset player atau recorder tidak bekerja dengan baik, ada beberapa langkah pemecahan masalah yang dapat Anda coba sebelum membeli pengganti atau membayar untuk diperbaiki. Silahkan langsung beralih ke pos yang mengacu pada masalah pemutar rekaman Anda mengalami, kemudian ikuti langkah-langkah pemecahan masalah di bawah ini ...

1.      POOR SOUND QUALITY (Kualitas Audio Rendah)
a)   Cobalah mengganti baterai pemain tape atau menghubungkannya ke sumber listrik AC, jika belum menggunakan satu.
b)   Gunakan kaset pembersih dalam tape. Beberapa pembersih sedikit lebih mahal termasuk fitur de-magnet yang menghilangkan daya tarik yang tidak diinginkan dari mekanisme.
c)   Kaset yang Anda gunakan mungkin telah direkam dalam recorder dengan baterai rendah atau masalah lain, coba tips dengan tape yang berbeda. 

2.      TAPE TIDAK DAPAT BERPUTAR
a)   Pastikan "PAUSE" dan "MUTE" tombol tidak ditekan dalam, jika ada. Konfirmasikan bahwa setiap kabel listrik atau pengeras suara terpasang dengan benar.
b)   Pemutar kaset Banyak memiliki "AC-DC" mengaktifkan bagian depan atau samping, memastikan dalam posisi yang tepat ("AC" untuk kabel listrik, "DC" untuk baterai atau pemantik daya rokok).
c)    Keluarkan dan masukkan kembali kaset. Jika ini tidak berhasil, cobalah menekan ringan di pintu kaset sedangkan tombol "PLAY" ditekan.
d)    Jika Anda dapat melihat kaset bergerak, tetapi tidak ada suara, coba tips dengan menggunakan speaker eksternal atau headphone yang berbeda.
e)    Pertimbangkan untuk mengganti adaptor listrik / supply, jika memiliki satu dan sama sekali tidak ada tanggapan dari pemain (tidak ada lampu indikator, radio, kaset gerakan, dll)

3.      PITA MENYANGKUT PADA BAGIAN TAPE RECORDER
a)  Pertama, menghentikan pemutar kaset sesegera mungkin dan lepaskan pita dengan hati-hati, berusaha untuk tidak kerusakan bagian dalam PLAYER.
b)  Coba gunakan tape yang berbeda. Saya telah menemukan bahwa beberapa unit tape yang dinyatakan bekerja dengan baik akan ingin menyangkutkan pita sebuah kaset tertentu, jika rekaman itu sudah sangat tua.

4.      DAPAT DIMAINKAN TETAPI TIDAK DAPAT MEREKAM
a)   Periksa untuk melihat apakah plastik kaset kita tulis-perlindungan tab (s) telah dihapus, jika demikian, tidak dapat direkam kecuali anda melepas tabs kaset di atas lubang.
b)   Jika Anda menggunakan mikrofon, mencari mic. volume control pada perekam kaset.Mungkin ditolak terlalu rendah. Coba menggunakan mikrofon yang berbeda, ada kemungkinan sedikit itu bisa gagal.

5.      MUNGKIN PERLU PERBAIKAN
a)   Jika langkah-langkah pemecahan masalah tidak membuat pemutar kaset atau bekerja perekam benar, mungkin perlu untuk mengganti motor atau sabuk karet di dalamnya, dan / atau membuat perbaikan lainnya.


Magnetic Recording: Cara Kerja Alat Perekaman Pada Tape Recorder


Untuk merekam kaset, langkah pertama adalah penghapusan rekaman sudah ada sebelumnya.. Untuk mencapai hal ini, bias osilator menghasilkan arus yang digunakan untuk memberi makan menghapus kepala ini menghapus setiap magnet yang mungkin sudah hadir dalam rekaman.
Langkah berikutnya tergantung pada apakah mesin adalah perekam stereo atau mono.. Mono Sebuah perekam akan mencatat dengan dua lagu, satu untuk setiap sisi dari tape recorder stereo A menggunakan empat lagu, satu untuk setiap saluran di setiap sisi. Pencatatan dan kepala pemutaran ditempatkan sedemikian rupa sehingga satu sisi menggunakan trek pertama dan ketiga, sedangkan dua sisi dan keempat menggunakan trek kedua (lihat ilustrasi di bawah). Dengan cara ini, ketika rekaman itu diserahkan kepada pihak lain, sebaliknya dua trek yang digunakan untuk merekam dan playback.


Proses rekaman relatif sederhana.. Suara atau musik dimasukkan ke dalam mikrofon, yang kemudian diubah menjadi listrik saat ini dan diperkuat sebagai disc dengan rekaman sinyal tersebut kemudian dimasukkan ke dalam sebuah elektromagnet yang disebut kepala rekaman. Memvariasikan arus listrik yang menghasilkan berbagai derajat dan pola-pola magnet dalam rekaman itu. Playback justru sebaliknya. Rekaman itu. magnetisme, karena melewati pemutaran kepala, listrik menginduksi arus di elektromagnet sinyal ini kemudian diperkuat dan direproduksi melalui speaker. Lihat ilustrasi di bawah untuk penjelasan dari proses.


Adalah penting untuk menyadari bahwa menempatkan sebuah magnet dekat dengan tape akan menyebabkan penghapusan. 


Sunday, 13 January 2013

Komponen Aktif


Pengertian Integrated Circuit (IC) Bidang Elektronika


Pengertian Integrated Circuit / IC | Integrated Circuit atau biasa disebut dengan IC adalah suatu rangkaian elektronik yang dikemas menjadi satu kemasan yang kecil. Atau beberapa rangkaian yang besar yang diintegrasikan menjadi satu dan dikemas dalam kemasan yang kecil. 

Satu IC yang kecil dapat memuat ratusan bahkan ribuan komponen Elektronika. Bentuk IC bisa bermacam-macam, ada yang berkaki 3 misalnya LM7805, ada yang persis seperti transistor dan ada pula yang berkaki banyak contohnya LM741 atau seperti pada peralatan modern saat ini handphone, tablet, Personal Computer (PC) yang memiliki kaki sampai ratusan dan lainnya.
Pengertian Integrated Circuit (IC)
Bentuk IC seperti Transistor
Bentuk IC bermacam selain seperti gambar diatas ada juga yang menyerupai sisir (single in line)
Pengertian Integrated Circuit (IC)
Bentuk IC single in line
Bentuk Integrated Circuit (IC) lain adalah segi empat dengan kaki-kaki berada pada ke empat sisinya, dan  IC berbentuk dual in line (DIL)  kakinya hanya berada pada kedua sisi.
Pengertian Integrated Circuit (IC)
IC DIL & Kaki IC berada pada keempat sisinya
Cara membaca nomor urut kaki IC : Integrated Circuit (IC) yang berbentuk bulat dan dual in line, kaki-kakinya diberi bernomor urut dengan urutan sesuai arah jarum jam, kaki nomor SATU selalu diberi tanda titik (bulatan kecil). Setiap IC ditandai dengan nomor type, nomor type ini biasanya menunjukkan jenis IC, jadi bila nomornya sama maka IC tersebut sama fungsinya. Kode lain menunjukkan pabrik pembuatnya, misalnya operational amplifier type 741 dapat muncul dengan tanda uA741, LM741, MC741, RM741, SN72741 dan sebagainya.

Pengertian dan Jenis Transistor


Pengertian dan Jenis Transistor | Transistor Merupakan komponen elektronika yang terdiri dari tiga lapisan semikonduktor, diantaranya contoh NPN dan PNP. Transistor mempunyai tiga kaki yang disebut dengan Emitor (E), Basis/Base (B) dan Kolektor/collector (C).

Fungsi Transistor antara lain  : 
  1. Sebagai penguat arus, tegangan dan daya (AC dan DC) 
  2. Sebagai penyearah 
  3. Sebagai mixer 
  4. Sebagai osilator 
  5. Sebagai switch
Pengertian dan Jenis Transistor
Bentuk FisikTransistor
Pengertian dan Jenis Transistor
Transistor PNP dan Simbol
Pengertian dan Jenis Transistor
Transistor NPN dan Simbol
Cara menguji transistor dengan Ohmeter, Perhatiakan tabel hasil pengujian :
Kesimpulan menentukan kaki basis,emitor dan kolektor dengan hail pengujian pada tabel sebagai berikut :
  • Dari hasil tabel ditemukan bahwa kaki I adalah kaki Basis, dimana selama pengukuran harus ada kaki acuan (patokan) dan menunjukkan gejala ON, ON kemudian bila dibalik polaritasnya menunjukkan gejala OFF, OFF maka kaki basis ON pada saat dipasang polaritas negative atau OFF saat dipasang polaritas positif maka jenis transistor adalah PNP. 
  • Sedangkan untuk menentukan kaki emitor dan kolektor, kita harus menghitung nilai hambatan yang dimiliki oleh emitor dan kolektor. Apabila kaki II hambatannya lebih besar dari kaki III maka dapat kita simpulkan bahwa kaki II merupaka kolektor dan kaki III merupakan emitor.
Transistor mempunyai 3 jenis yaitu :
  1. Uni Junktion Transistor (UJT)
  2. Field Effect Transistor (FET)
  3. MOSFET
1. Uni Junktion Transistor (UJT)
Pengertian dan Jenis Transistor
Uni Junktion Transistor (UJT) adalah transistor yang mempunyai satu kaki emitor dan dua basis. Kegunaan transistor ini adalah terutama untuk switch elektronis. Ada Dua jenis UJT ialah UJT Kanal N dan UJT Kanal P.

2. Field Effect Transistor (FET) 
Pengertian dan Jenis Transistor
Beberapa Kelebihan FET dibandingkan dengan transistor biasa ialah antara lain penguatannya yang besar, serta desah yang rendah. Karena harga FET yang lebih tinggi dari transistor, maka hanya digunakan pada bagian-bagian yang memang memerlukan. Bentuk fisik FET ada berbagai macam yang mirip dengan transistor.

Jenis FET ada dua yaitu Kanal N dan Kanal P. Kecuali itu terdapat pula macam FET ialah Junktion FET (JFET) dan Metal Oxide Semiconductor FET (MOSFET).

3. MOSFET 
Pengertian dan Jenis Transistor
Bentuk Fisik Mosfet
MOSFET (Metal Oxide Semiconductor FET) adalah suatu jenis FET yang mempunyai satu Drain, satu Source dan satu atau dua Gate. MOSFET mempunyai input impedance yang sangat tinggi. Mengingat harga yang cukup tinggi, maka MOSFET hanya digunakan pada bagian bagian yang benar-benar memerlukannya. Penggunaannya misalnya sebagai RF amplifier pada receiver untuk memperoleh amplifikasi yang tinggi dengan desah yang rendah. 
Pengertian dan Jenis Transistor
Simbol MOSFET
Dalam pengemasan dan perakitan dengan menggunakan MOSFET perlu diperhatiakan bahwa komponen ini tidak tahan terhadap elektrostatik, mengemasnya menggunakan kertas timah, pematriannya menggunakan jenis solder yang khusus untuk pematrian MOSFET. Seperti halnya pada FET, terdapat dua macam MOSFET ialah Kanal P dan Kanal N.

Dioda dan Macam-macam Dioda


Dioda dan Macam-macam Dioda | Dioda atau diode adalah komponen elektronika yang mempunyai fungsi yang utama sebagai penyearah arus listrik. Dioda merupakan sambungan bahan p-n. Bahan tipe-p akan menjadi sisi anode sedangkan bahan tipe-n akan menjadi katode. Bergantung pada polaritas tegangan yang diberikan kepadanya.

Diode bisa berlaku sebagai sebuah saklar tertutup (apabila bagian anode mendapatkan tegangan positif sedangkan katodenya mendapatkan tegangan negatif) dan sebaliknya berlaku sebagi saklar terbuka (apabila bagian anode mendapatkan tegangan negatif sedangkan katode mendapatkan tegangan positif). Kondisi yang demikian terjadi hanya pada diode ideal-konseptual.

Sedangkan pada diode faktual (riil), perlu tegangan lebih besar dari 0,7V (untuk diode yang terbuat dari bahan silikon) pada anode terhadap katode agar diode dapat menghantarkan arus listrik. Tegangan sebesar 0,7V ini disebut sebagai tegangan halang (barrier voltage). Diode yang terbuat dari bahan Germanium memiliki tegangan halang kira-kira 0,3V.

Dioda dan Macam-macam Dioda
Susunan dan Simbol Dioda
Contoh Pemasangan Dioda Pada Rangkaian elektronika : 
Pemasangan Dioda Pada Rangkaian elektronika
Dioda pada Rangkaian Elektronika
Macam-macam Dioda tersebut diantaranya yaitu : 
  • Dioda Pemancar Cahaya atau LED
  • Foto Dioda
  • Zener Diode
  • Dioda Schottky (SCR)
  • DIAC
  • TRIAC
  • Laser Dioda
  • dan Masih banyak macam dioda lainnya
Dioda Pemancar Cahaya atau LED
  • Light Emmiting Dioda atau lebih dikenal dengan sebutan LED (light-emitting diode) adalah suatu semikonduktor yang memancarkan cahaya monokromatik.
Macam-macam Dioda
LED (light-emitting diode)
Macam-macam Dioda
Simbol LED
Foto Dioda 
  • Foto Dioda adalah jenis dioda yang berfungsi mendeteksi cahaya. Berbeda dengan dioda biasa, komponen elektronika ini akan mengubah cahaya menjadi arus listrik. Cahaya yang dapat dideteksi oleh dioda foto ini mulai dari cahaya infra merah, cahaya tampak, ultra ungu sampai dengan sinar-X. Aplikasi dioda foto mulai dari penghitung kendaraan dijalan umum secara otomatis, pengukur cahaya pada kamera serta beberapa peralatan di bidang medis.
Macam-macam Dioda
Foto Dioda
Macam-macam Dioda
Simbol Foto Dioda
Komponen Elektronika yang mirip dengan Foto Dioda adalah Transistor Foto (Phototransistor). Foto Transistor ini pada dasarnya adalah jenis transistor bipolar yang menggunakan kontak (junction) base-collector untuk menerima cahaya. Komponen ini mempunyai sensitivitas yang lebih baik jika dibandingkan dengan Dioda Foto. Hal ini disebabkan karena elektron yang ditimbulkan oleh foton cahaya pada junction ini di-injeksikan di bagian Base dan diperkuat di bagian Kolektornya. Namun demikian, waktu respons dari Transistor-foto secara umum akan lebih lambat dari pada Foto Dioda.

Zener Diode
Sebuah dioda biasanya dianggap sebagai komponen yang menyalurkan listrik ke satu arah, namun Zener Dioda dibuat sedemikian rupa sehingga arus dapat mengalir ke arah yang berlawanan, jika tegangan yang diberikan melampaui batas "tegangan rusak"(breakdown voltage) atau "tegangan Zener". 

Dioda yang biasa tidak akan mengijinkan arus listrik untuk mengalir secara berlawanan jika dicatu-balik (reverse-biased) di bawah tegangan rusaknya. Jika melampaui batas tegangan rusaknya, dioda biasa akan menjadi rusak karena kelebihan arus listrik yang menyebabkan panas. 

Namun proses ini adalah reversibel jika dilakukan dalam batas kemampuan. Dalam kasus pencatuan-maju (sesuai dengan arah gambar panah), dioda ini akan memberikan tegangan jatuh (drop voltage) sekitar 0.6 Volt yang biasa untuk dioda silikon.Tegangan jatuh ini tergantung dari jenis dioda yang dipakai.

Macam-macam Dioda
Sebuah dioda Zener memiliki sifat yang hampir sama dengan dioda biasa, kecuali bahwa alat ini sengaja dibuat dengan tengangan rusak yang jauh dikurangi, disebut tegangan Zener. Sebuah dioda Zener memiliki p-n junction yang memiliki doping berat, yang memungkinkan elektron untuk tembus (tunnel) dari pita valensi material tipe-p ke dalam pita konduksi material tipe-n. 

Sebuah dioda zener yang dicatu-balik akan menunjukan perilaku rusak yang terkontrol dan akan melewatkan arus listrik untuk menjaga tegangan jatuh supaya tetap pada tegangan zener. Sebagai contoh, sebuah diode zener 3.2 Volt akan menunjukan tegangan jatuh pada 3.2 Volt jika diberi catu-balik. Namun, karena arusnya tidak terbatasi, sehingga dioda zener biasanya digunakan untuk membangkitkan tegangan referensi, atau untuk menstabilisasi tegangan untuk aplikasi-aplikasi arus kecil. 
Dioda Laser

Dioda laser adalah sejenis laser di mana media aktifnya sebuah semikonduktor persimpangan p-n yang mirip dengan yang terdapat pada dioda pemancar cahaya. Dioda aser kadang juga disingkat LD atau ILD.

Dioda laser baru ditemukan pada akhir abad ini oleh ilmuwan Universitas Harvard. Prinsip kerja dioda ini sama seperti dioda lainnya yaitu melalui sirkuit dari rangkaian elektronika, yang terdiri dari jenis p dan n. Pada kedua jenis ini sering dihasilkan 2 tegangan, yaitu :
  1. Biased forward, arus dihasilkan searah dengan nilai 0,707 utk pembagian v puncak, bentuk gelombang di atas ( + ).
  2. Backforward biased, ini merupakan tegangan berbalik yang dapat merusak suatu komponen elektronika.
Dioda Schottky (SCR)
  
SCR singkatan dari Silicon Control Rectifier. Adalah Dioda yang mempunyai fungsi sebagai pengendali. SCR atau Tyristor masih termasuk keluarga semikonduktor dengan karateristik yang serupa dengan tabung thiratron. Sebagai pengendalinya adalah gate (G).

SCR sering disebut Therystor. SCR sebetulnya dari bahan campuran P dan N. Isi SCR terdiri dari PNPN (Positif Negatif Positif Negatif) dan biasanya disebut PNPN Trioda. 
Macam-macam Dioda
SCR
Pada gambar diatas terlihat SCR dengan anoda pada kaki yang berulir, Gerbang gate pada kaki yang pendek, sedangkan katoda pada kaki yang panjang. 
Macam-macam Dioda
Simbol SCR
Fungsi Dioda Schottky (SCR) :
  • Sebagai rangkaian Saklar (switch control)
  • Sebagai rangkaian pengendali (remote control)
Diagram dan skema SCR :

Macam-macam Dioda

Ada tiga jenis Dioda SCR semikonduktor yang berfungsi sama sebagai sebagai Saklar (Switching). Ketiga Dioda SCR semikonduktor tersebut adalah SCR itu sendiri, DIAC dan TRIAC.

DIAC
  
DIAC merupakan salah satu jenis dioda SCR, namun memiliki dua terminal (elektroda) saja, berbeda dengan "saudaranya" yang memiliki tiga terminal, yaitu TRIAC. 
Macam-macam Dioda
DIAC
Macam-macam Dioda
Simbol DIAC
Macam-macam Dioda
Struktur DIAC
Pada diagram sruktur DIAC menunjukkan ada lima lapisan dalam DIAC, memiliki dua terminal yaitu terminal 1 (T1) and terminal 2 (T2). 
Macam-macam Dioda
Polaritas DIAC
TRIAC

TRIAC mempunyai kontruksi sama dengan DIAC, hanya saja pada TRIAC terdapat terminal pengontrol (terminal gate). Sedangkan untuk terminal lainnya dinamakan main terminal 1 dan main terminal 2 (disingkat mt1 dan mt2). Seperti halnya pada DIAC, maka TRIAC pun dapat mengaliri arus bolak-balik, tidak seperti SCR yang hanya mengalirkan arus searah (dari terminal anoda ke terminal katoda). 
Macam-macam Dioda
Simbol TRIAC
Simbol TRIAC di dalam skema elektronika, memiliki tiga kaki, dua diantaranya terminal MT1 (T1) dan MT2 (T2) dan lainnya terminal Gate (G) 
Macam-macam Dioda
Struktur TRIAC
Triac setara dengan dua SCR yang dihubungkan paralel. Artinya TRIAC dapat menjadi saklar keduanya secara langsung. TRIAC digolongkan menurut kemampuan pengontakan. TRIAC tidak mempunyai kemampuan kuasa yang sangat tinggi untuk jenis SCR. Ada dua jenis TRIAC, Low-Current dan Medium-Current.

Low-Current TRIAC dapat mengontak hingga kuat arus 1 ampere dan mempunyai maksimal tegangan sampai beberapa ratus volt. Medium-Current TRIAC dapat mengontak sampai kuat arus 40 ampere dan mempunyai maksimal tegangan hingga 1.000 volt.

Pengujian Dioda 

Untuk dapat menentukan dioda dalam keadaan baik atau tidak, Anda dapat melakukan pengujian pada dioda tersebut dengan menggunakan ohmmeter.
Tabel Hasil Pengujian Dioda : 
Macam-macam Dioda
Tabel Pengujian Dioda
Keterangan : H = hitam pencolok ohmmeter, M = hitam pencolok ohmmeter

Relay dan fungsinya


Fungsi dan Jenis-jenis Relay


Fungsi dan Jenis-jenis Relay dalam bidang Elektronika | Relay merupakan komponen elektronika yang dapat mengimplementasikan logika switching. Relay yang digunakan sebelum tahun 70an, merupakan “otak” dari rangkaian pengendali. Setelah tahun 70-an digantikan posisi posisinya oleh PLC
Relay yang paling sederhana ialah relay elektromekanis yang memberikan pergerakan mekanis saat mendapatkan energi listrik. Secara sederhana relay elektromekanis ini didefinisikan sebagai berikut :
  • Alat yang menggunakan gaya elektromagnetik untuk menutup (atau membuka) kontak saklar.
  • Saklar yang digerakkan (secara mekanis) oleh daya/energi listrik.
Jadi secara sederhana dapat disimpulkan bahwa Relay adalah komponen elektronika berupa saklar elektronik yang digerakkan oleh arus listrik.

Secara umum, relay digunakan untuk memenuhi fungsi – fungsi berikut :
  • Remote control : dapat menyalakan atau mematikan alat dari jarak jauh
  • Penguatan daya : menguatkan arus atau tegangan
  • Contoh : starting relay pada mesin mobil
  • Pengatur logika kontrol suatu sistem
Fungsi dan Jenis-jenis Relay
Gambar Relay yang banyak di pasaran
Prinsip Kerja Relay
Fungsi dan Jenis-jenis Relay
Skema relay elektromekanik
Relay terdiri dari coil dan contact. Perhatikan gambar diatas, coil adalah gulungan kawat yang mendapat arus listrik, sedang contact adalah sejenis saklar yang pergerakannya tergantung dari ada tidaknya arus listrik di coil.
Contact ada 2 jenis :
  • Normally Open (kondisi awal sebelum diaktifkan open)
  • Normally Closed (kondisi awal sebelum diaktifkan close)
Secara prinsip kerja dari relay : ketika Coil mendapat energi listrik (energized), akan timbul gaya elektromagnet yang akan menarik armature yang berpegas, dan contact akan menutup.

Jenis – jenis Relay
Seperti saklar, relay juga dibedakan berdasar pole dan throw yang dimilikinya.
  • Pole : banyaknya contact yang dimiliki oleh relay 
  • Throw : banyaknya kondisi (state) yang mungkin dimiliki contact 
Berikut ini penggolongan relay berdasar jumlah pole dan throw :
  • DPST (Double Pole Single Throw)
  • SPST (Single Pole Single Throw)
  • SPDT (Single Pole Double Throw)
  • DPDT (Double Pole Double Throw)
  • 3PDT (Three Pole Double Throw)
  • 4PDT (Four Pole Double Throw)
Jenis Relay : 
  • Timing relay adalah jenis relay yang khusus. Cara kerjanya ialah sebagai berikut : jka coil dari timing relay ON, maka beberapa detik kemudian, baru contact relay akan ON atau OFF (sesuai jenis NO/NC  contact). 
  • Latching relay ialah jenis relay digunakan untuk latching atau mempertahankan kondisi aktif input   sekalipun input sebenarnya sudah mati. Cara kerjanya ialah sebagai berikut : jika latch coil diaktifkan, ia tidak akan bisa dimatikan kecuali unlatch coil diaktifkan. Simbol dari latching relay 
Rangkaian dan Simbol Relay 
Fungsi dan Jenis-jenis Relay
Relay jenis Single Pole Double Throw (SPDT
Fungsi dan Jenis-jenis Relay
Relay dengan contact lebih dari satu

Speaker dan Jenisnya


Fungsi speaker dan Jenis Speaker


Pengertian Speaker dan Jenis-Jenis Speaker | Speaker adalah komponen elektronika yang terdiri dari kumparan, membran dan magnet sebagai bagian yang saling terkait. Tanpa adanya membran, sebuah speaker tidak akan mengeluarkan suara, demikian sebaliknya. Bagian-bagian speaker tersebut saling terkait dan saling melengkapi satu sama lain.

Fungsi speaker ini adalah mengubah gelombang listrik menjadi getaran suara. Proses pengubahan gelombang listrik / elektromagnet menjadi gelombang suara terjadi karena adanya aliran listrik arus AC audio dari penguat audio kedalam kumparan yang menghasilkan gaya magnet sehingga akan menggerakkan membran, Kuat lemahnya arus listrik yang diterima, akan mempengaruhi getaran pada membran, bergetarnya membran ini menghasilkan gelombang bunyi yang dapat kita dengar.
Fungsi speaker dan Jenis Speaker
Speaker 
Fungsi speaker dan Jenis Speaker
Bagian-bagian Speaker
Jenis speaker berdasarkan suara yang dihasilkannya :
  1. Woofer adalah jenis speaker yang menghasilkan output suara nada rendah
  2. Midrange adalah jenis speaker yang menghasilkan output suara nada menengah
  3. Twitter adalah jenis speaker yang menghasilkan output suara nada tinggi .
Fungsi speaker dan Jenis Speaker
Twitter, Midrange, dan Woofer
Jenis speaker berdasarkan desain/bentuk :

1. Speaker Dual Cone
  • Desain speaker terdiri dari 2 buah cone ( konus )
2. Speaker Coaxcial (Terpusat)
  • Desain Speaker terdiri dari woofer, midrange dan tweeter dalam satu poros dan berdekatan. Peranti ini sengaja di desain menghasilkan frekuensi lebih rata. ( contoh speaker : 2 Way, Speaker 3 Way, Speaker 4 Way)
3. Speaker Split (Terpisah)
  • Jenis speaker ini adalah jenis terpisah. Woofer, Midrange dan tweeter terpisah. Speker ini dilengkapi dengan crossover yang tujuannya untuk membagi frekuensi suara (nada frekwensi rendah. menengah dan tinggi) :
  •   a. Speaker 2 Way Terdiri dari Woofer, Tweeter dan Crossover. 
      b. Speaker 3 Way Terdiri dari Woofer, Midrange, Tweeter dan Crossover.

Saklar dan Jenis - jenisnya


Fungsi Saklar dan Macam-Macam Saklar


Fungsi Saklar dan Macam-macam Saklar | Saklar adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk memutuskan dan menghubungkan aliran listrik. Jadi saklar pada dasarnya adalah suatu alat yang dapat atau berfungsi menghubungkan atau pemutus aliran listrik (arus listrik) baik itu pada jaringan arus listrik kuat maupun pada jaringan arus listrik lemah.

Yang membedakan saklar arus listrik kuat dan saklar arus listrik lemah adalah bentuknya kecil jika dipakai untuk alat peralatan elektronika arus lemah, demikian pula sebaliknya, semakin besar saklar yang digunakan jika aliran listrik semakin kuat.

Fungsi Saklar dan Relay
Macam-macam saklar
Secara sederhana, saklar terdiri dari dua bilah logam yang menempel pada suatu rangkaian, dan bisa terhubung atau terpisah sesuai dengan keadaan sambung (on) atau putus (off) dalam rangkaian itu. Material kontak sambungan umumnya dipilih agar supaya tahan terhadap korosi. Kalau logam yang dipakai terbuat dari bahan oksida biasa, maka saklar akan sering tidak bekerja. Untuk mengurangi efek korosi ini, paling tidak logam kontaknya harus disepuh dengan logam anti korosi dan anti karat.

Macam-Macam Saklar : 

Saklar Push Button
Saklar push button adalah tipe saklar yang menghubungkan aliran listrik sesaat saja saat ditekan dan setelah dilepas maka kembali lagi pada posisi off. Saklar tipe ini banyak digunakan pada rangkaian elektronika yang di kombinasikan dengan rangkaian pengunci.

Saklar Toggle
Saklar Toggle ini menghubungkan atau memutuskan arus dengan cara menggerakkan toggle/tuas yang ada secara mekanis. Ukurannya relatif kecil, pada umumnya digunakan pada rangkaian elektronika

Selector Switch, disingkat (SS)
Saklar pemilih ini menyediakan beberapa posisi kondisi on dan kondisi off, ada dua, tiga, empat bahkan lebih pilihan posisi, dengan berbagai tipe geser maupun putar. Saklar pemilih biasanya dipasang pada panel kontrol untuk memilih jenis operasi yang berbeda, dengan rangkaian yang berbeda pula. Saklar pemilih memiliki beberapa kontak dan setiap kontak dihubungkan oleh kabel menuju rangkaian yang berbeda, misal untuk rangkaian putaran motor cepat dan untuk rangkaian putaran motor lambat. Atau pada rangkaian audio misalnya memilih posisi radio, tape dan lainnya

Saklar Mekanik

Saklar mekanik umumnya digunakan untuk automatisasi dan juga proteksi rangkaian. Saklar mekanik akan on atau off secara otomatis oleh sebuah proses perubahan parameter, misalnya posisi, tekanan, atau temperatur. Saklar akan On atau Off jika set titik proses yang ditentukan telah tercapai. Terdapat beberapa tipe saklar mekanik, antara lain: Limit Switch, Flow Switch, Level Switch, Pressure Switch dan Temperature Switch. Contoh pengunaannya seperti pada magic com adalah saklar Temperature Switch

Limit Switch (LS)
Limit switch termasuk saklar yang banyak digunakan di industri. Pada dasarnya limit switch bekerja berdasarkan sirip saklar yang memutar tuas karena mendapat tekanan plunger atau tripping sirip wobbler. Konfigurasi yang ada dipasaran adalah: (a).Sirip roller yang bisa diatur, (b) plunger, (c) Sirip roller standar, (d) sirip wobbler, (e) sirip rod yang bisa diatur. Pada saat tuas tertekan oleh gerakan mekanis, maka kontak akan berubah posisinya. Contoh aplikasi saklar ini adalah pada PMS (Disconecting Switch) untuk menghentikan putaran motor lengan PMS.

Temperature Switch 
Saklar temperatur disebut thermostat, bekerja berdasarkan perubahan temperatur. Perubahan kontak elektrik di-trigger (dipicu) oleh pemuaian cairan yang ada pada chamber yang tertutup (sealed chamber) chamber ini terdiri dari tabung kapiler dan silinder yang terbuat dari stainless steel. Cairan di dalam chamber mempunyai koefisiensi temperatur yang tinggi, sehingga jika silinder memanas, cairan akan memuai, dan menimbulkan tekanan pada seluruh lapisan penutup chamber. Tekanan ini menyebabkan kontak berubah status.Secara fisik saklar ini terdiri dari dua komponen, yaitu bagian yang bergerak/bergeser (digerakkan oleh tekanan) dan bagian kontak. Bagian yang bergerak dapat berupa diafragma atau piston. Kontak elektrik biasanya terhubung pada bagian yang bergerak, sehingga jika terjadi pergeseran akan menyebabkan perubahan kondisi (On ke Off atau sebaliknya)

Flow Switch (FL)
Saklar ini digunakan untuk mendeteksi perubahan aliran cairan atau gas di dalam pipa, tersedia untuk berbagai viskositas. Pada saat cairan dalam pipa tidak ada aliran, maka kontak tuas/piston tidak bergerak karena tekanan disebelah kanan dan kiri tuas sama. Namun pada saat ada aliran, maka tuas/piston akan bergerak dan kontak akan berubah sehingga dapat menyambung atau memutusklan rangkaian.

Float Switch (FS)
Saklar level atau float switch, merupakan saklar diskret yang digunakan untuk mengontrol level permukaan cairan di dalam tangki. Posisi level cairan dalam tangki digunakan untuk men-trigger perubahan kontak saklar. Posisi level switch ada yang horizontal dan ada yang vertikal.

Saklar Tekanan atau Pressure Switch 
Pressure switch merupakan saklar yang kerjanya tergantung dari tekanan pada perangkat saklar. Tekanan tersebut berasal dari air, udara atau cairan lainnya, misalnya oli. Terdapat dua macam Pressure Switch: absolut (trigger (pemicu) terjadi pada tekanan tertentu) dan konfigurasi diferensial (trigger terjadi karena perbedaan tekanan).