X-Steel - Link Select 2

Pembimbing dan Peserta LKS 28-29 Februari 2020

Penutupan LKS di SMKN 29 Jakarta.

Pembimbing dan Peserta LKS 27-28 Februari 2019

Foto Bersama di SMKN 4 Jakarta.

Pembimbing LKS

Foto Bersama di SMKN 4 Jakarta.

Lomba LKS Elektronika Aplikasi 2015 @ Panasonic Gobel

Foto bersama juri dan peserta LKS dari SMKN 53 Jakarta.

Pengarahan dari juri LKS DKI 2015

Pengarahan yang diberikan oleh juri selama LKS berlangsung.

Prototype Design Project

Project yang dilakukan dengan merakit komponen yang ada menjadi contoh yang ada.

Fault Finding, Repair and measurement Project

Project untuk mencari kerusakan dan kesalahan serta melakukan pengukurannya.

Reverse Enginering Project

Project membuat sebuah skema dari sebuah peralatan elaktronika.

Pentingnya waktu sholat

Sholat Subuh, Dzuhur, dan Ashar.

Pentingnya waktu sholat

Sholat Magrib, Isya, dan Tahajud.

LKS 2016

Foto bersama pada LKS tahun 2016.

LKS 2018

Brefing sebelum lomba.

Thursday, 7 July 2011

Speaker box

Beberapa tahun yang lalu saat VCD/DVD player masih booming, sambil mengisi waktu luang aku dengan dibantu kakakku sama-sama membuat box speaker Subwoofer. sistem Subwoofer ini memang aku tujukan untuk melengkapi sistem amplifierku yang masih kurang di nada bass (nada rendah). secara komplet, sistem amplifier yang aku rancang terdiri dari 2 speaker woofer untuk bass kiri kanan, 2 speaker tweeter untuk treble kiri kanan dan 1 speaker subwoofer untuk nada bass rendah. hasilnya cukup lumayan, walaupun buatan sendiri. sistem ini sudah aku ujicoba untuk komputer saat main game 3D FPS.
efek suara dalam game seperti: suara tembakan tank, ledakan granat, ledakan bom serasa open dan berdentum.
mantap kalau main game pake sound system seperti ini. kalau ingin beli jadi juga bisa, pilih speaker aktif yang dilengkapi dengan speaker subwoofer.
tapi kalau aku sendiri, lebih puas kalau merakit dan bereksperimen sendiri akan tetapi hasilnya juga ada. selain itu sistem amplifier yang sudah kulengkapi dengan Subwoofer juga sudah aku pakai untuk memperkuat sound keluaran dari MP4, DVD player, PC, dan laptop.

ada beberapa hal yang mempengaruhi hasil akhir suara yang dihasilkan oleh box speaker Subwoofer.

  1. sistem active crossover (subwoofer filter) atau low pass filter
    pada awalnya saya mencoba beberapa rangkaian subwoofer filter atau tapis subwoofer tetapi yang paling pas adalah rangkaian subwoofer filter yang dilengkapi dengan pengatur frekuensi.
    pengatur frekuensi digunakan untuk menentukan output nada rendah yang diinginkan dari frekuensi antara 20 Hz sampai 75 Hz.
    pemilihan frekuensi untuk Subwoofer umumnya berkisar antara 20 Hz sampai 100 Hz, dan frekuensi bass diatas 100 Hz lebih cocok ditangani oleh speaker Woofer.
  2. jenis kayu untuk box
    kayu yang paling bagus menurut aku adalah kayu jati yang keras dan permukaannya sudah dihaluskan.
  3. speaker yang digunakan di box Subwoofer harus khusus jenis speaker Subwoofer dan bukan speaker Woofer.
  4. output dari rangkaian subwoofer filter harus diumpankan ke power ampilifier yang mempunyai daya yang mencukupi dan tidak melebii spesifikasi daya maksimum speaker. misal jika menggunakan speaker Subwoofer dengan daya maksimum 200 W maka bisa dipakai power amplifier dengan daya 150 W.
Rancangan Box yang saya desain
box yang aku buat tidak didasarkan pada peritungan teoritis, akan tetapi menggunakan “feeling” ukuran yang aku nilai pantas.
jika kamu menginginkan box yang lebih tertib, silakan pergunakan panduan dan perhitungan ukuran pembuatan box subwoofer yang banyak beredar di internet. aku mengambil desain box dengan jenis box berventilasi karena alasan sederhana dan mudah untuk dibuat. spesifikasi dari box yang aku buat bisa dilihat di gambar.
berikut ini adalah ukuran-ukuran yang ada dalam rancangan box subwoofer saya sendiri:

desain box ini tidak di khususkan untuk penggunaan di mobil, box semacam ini hanya cocok untuk audio sistem yang biasanya dipergunakan untuk Media player, Komputer ataupun game console. sebenarnya box subwoofer mempunyai aneka desain baik itu untuk car audio, speaker active maupun Home theater

Tentang TV

Degaussing (Demagnetisasi) CRT

Degaussing dibutuhkan jika ada masalah dengan kemurnian (puritas) warna dalam tampilan. Dalam situasi yang jarang, mungkin juga disebabkan karena gangguan geometris yang disebabkan oleh medan magnet bumi.
CRT dapat termagnetisir:


  • Jika TV dipindahkan,

  • Jika ada sambaran petir yang cukup dekat,

  • Jika magnet permanen dibawa ke dekat pesawat TV (mis, mainan anak anak yg ada magnetnya, magnet dari speaker),

  • Jika beberapa bagian dari peralatan eketronik atau listrik tanpa peredam medan magnet ada di sekitar pesawat TV.


Degaussing adalah hal pertama yang mesti dilakukan kapanpun masalah puritas warna terdeteksi.Sebagaimana dicatat di bawah, pertama cbalah rangkaian degauss internal dengan siklus power beberapa kali (on satu menit, lalu off setidaknya 20 menit, begitu berulang-ulang). Jika ini tidak membantu atau tidak sepenuhnya menyelesaikan masalah, cobalah degaussing secara manual.


Kumparan degauss


Catatan: Beberapa monitor memiliki tombol degauss, dan beberapa moitor atau TV memiliki degaus otomatis pada saat power-on (mungkin perlu mencabut colokan listrik untuk hard reset) tanpa menghiraukan jumlah waktu off. Bagaimanapun, penggunaan berulang ulang proses ini demi sukses yang cepat mungkin akan berakibat panas berlebih pada kumparan degauss atau komponen lainnya. Prosedur 20 menit off/1 menit on dijamin pasti aman. (Beberapa mungkin akan men-degauss pada saat power on sepanjang degauss sebelumnya tidak berhasil dengan prakiraan waktu tertentu).


CRT degausser komersil ada juga sudah tersedia di pasaran. Berisi ratusan gulung kawat magnet dalam kumparan 6 - 12 inci. Tinggal colok ke tembok, aktifkan saklarnya lalu dekatkan beberapa inci ke depan layar. Lalu tarik perlahan pusat kumparan kearah salah satu ujung layar lalu susuri pinggiran layar. kemudian kembali keposisi awal kumparan sejajar dengan pusat layar. Beruktnya, perlahan jauhkan medan magnet ke nol dengan berjalan menjauhi layar. Ketika anda sudah berada lebih jauh dari 2 meter lepaskan saklarnya.


Degausser komersil

Kata kuncinya di sini adalah "perlahan", Melakukanya terlau cepat maka anda akan menghentikan seketika intesitas dari 50/60 Hz variasi medan magnet AC ke dalam komponen fero pada CRT dan mungkin akan memperburuk masalah.


PERHATIAN: Jangan pernah coba coba untuk degaussing dari bagian belakang CRT dekat neck, karena tindakan ini dapat menghilangkan magnet pada magnet puritas dan konvergen yang relatif lemah yang dapat mengakibatkan perbaikan kecil menjadi amburadul dan berkepanjangan!

Shadow Mask dan Kisi Kisi Celah


Semua CRT warna menggunakan shadow mask atau kisi-kisi umumnya 1/2 inci d belakang layar fosfor untuk mengarahkan pancaran elektron sinyal video RGB ke titik titik fosfor yang sesuai. Pancaran elektron untuk fosfor R, G dan B di mulai dari posisi yang agak berbeda (dari senapan elektron masing masing) dan mereka jatuh pada sudut yang berbeda pula,hanya fosfor yang semestinya terbangkitkan ketika puritas disetel dengan baik dan daerah bebas medan magnet yang semestinya terpertahankan di dalam CRT. Perlu dicatat bahwa puritas menentukan sinyal video yang tepat membangkitkan warna yang sesuai sementara penyatuan (konvergen) menentukan penjajaran geometris dari 3 warna. Keduanya (puritas dan konvergen)dipengaruhi oleh medan magnet. Puritas yang buruk mengakibatkan warna yang salah atau coreng moreng. Konvergen yang buruk menghasilkan warna pinggiran di ujung huruf atau grafik.

Shadow mask berisi baja tipis atau In Var (campuran ferrous) dengan susunan lubang lubang yang halus-satu lubang ada tiga titik fosfor(RGB)-diposisikan pada 1/2 inci di belakang permukaan layar fosfor. Dengan kebanyakan CRT, fosfor disusun dalam formasi segitiga yang disebut triads dengan masing masing titik warna pada ujung sudut segitiga. Dalam banyak TV dan beberapa monitor, shadow mask dipasang sebagai slot vertikal di mana fosfor untuk ke tiga warna saling sebelah menyebelah.

Klik gambar untuk lihat ukuran penuh. 1. Tiga buah senapan electron (untuk titik titik fosfor merah, hijau, dan biru), 2. Pancaran elektron, 3. Konvergen(pada TV memakai cincin cincin magnet untuk konvergen), 4. Kuk Defleksi, 5. Hubungan Anode, 6. Kisi kisi celah, 7.Shadow mask, 8. Pancaran elektron menembus kisi kisi dan menyinari shadow mask.

Kisi-kisi celah (aperture Grille) secara eksklusif digunakan dalam Sony Trinitrons (dan kini generasinya juga), menggantikan shadow mask dengan sebuah susunan vertikal dari kabel kabel halus yang kencang. Seiring dengan pendekatan karakteristik dari kisi-kisi celah, ini memungkinkan untuk mencapai level terang yang lebih tinggi dan lebih tahan terhadap masalah lain seperti induksi dan perubahan puritas sehubungan dengan panas yang menyebabkan gangguan pada shadow mask.
Bagaimanapun, ada beberapa kelemahan dari desain kisi -kisi celah;

  • Bobot-struktur yang menyokong beban berat harus dibuat untuk kabel kabel yang dikencangkan (seperti bingkai piano menahan beban kencangnya senar).

  • Harga (yang sesuai dengan beratnya).

  • Selalu layar yang berbentuk cembung (tergantung selera juga..)

  • Pemegang kabel kabel kencang yang kentara, yang masih tidak dapat diterima untuk aplikasi tertentu.


Rupanya, tidak ada cara yang diketahui yang perlu untuk menjaga kabel kabel halus dari getaran atau perubahan posisi jika terjadi benturan. inilah yang dibutuhkan monitor Trinitron 1, 2 atau 3 pemantap/pemegang kabel (tergantung ukuran tabung) melintang pada layar yang dapat dilihat sebagai garis garis halus pada gambar yang terang.

Reparasi TV


Mereparasi TV Berwarna

Mereparasi TV berwarna membutuhkan pengetahuan yang memadai, Anda harus pernah memiliki pengalaman di dalam menggunakan alat ukur dan membongkar perangkat elektronika. Terlebih dahulu Anda juga harus sudah memahami konsep elektronika dasar .

1.Mengecek Power Supply

Percayalah, 70% kerusakan pada TV dapat dengan mudah dilacak mulai dari Power Supply TV tersebut, karena keluaran dari power supply tersebut terhubung ke bagian yang sering rusak, antara lain penguat horizontal, flyback dan suara. Berikut langkah-langkah reparasi power supply dan troubleshooting:

1. Kalau TV mati, cek kabel AC apakah putus atau tidak menggunakan multitester. Jika tidak putus, cek tegangan di PCB, jika tidak ada periksa fuse

2. Jika ada tegangan, ukur tegangan keluaran dari dioda bridge ke kapasitor, tegangan harus ada sekitar 300V DC, jika tidak ada berarti dioda bridge rusak/putus. Dioda bridge dapat dites dengan mencopot terelbih dahulu, lalu diukur nilai hambatan pada diode tersebut dengan polaritas pengukuran dibolak balik.

3. Ukur transistor FET sebagai penguat catu daya, atau bisa dari STR seperti STR F6654. Ukur basis harus ada sekitar 0.5-1V AC. Kalau bagus berarti kemungkinan trafo converternya rusak. Kerusakan trafo dapat diganti dengan pesan ke teknisi untuk gulung ulang. Umumnya merek standar ada gantinya.

4. Ukur gulungan sekunder di B+ harus ada 115V DC untuk menggerakann flyback, ciri lain transistor horizontal ialah adanya kapasitor 160V. TV Sekarang kalau mati penyebabnya tidak harus power supply, tetapi horizontal juga bisa.

5. Kerusakan transistor horizontal pada TV tertentu ditandai dengan lampu pilot/standby. TV sekarang juga ada sumber catu daya dari flyback.

6. Ukur transistor penguat horizontal di kolektor. Lalu ukur lagi di basis. Basis harus ada 0.5-1VAC dari osilator. Kalau ada tapi mati bisa jadi transistor horizontal rusak. Kalau transistor bagus tapi masih mati, kemungkinan flyback rusak. Tegangan 115 Vjuga buat flyback. Jika masih mati padahal tegangan betul, maka copot transitornya ukur transistor tsb, biasanya transistornya shorted.

7. Ukur flyback dengan cara flyback dilepas ukur gulungan flyback dari B+ terhadap ground flyback, flyback yang bagus harus tidak shorted.

8. Output trafo converter buat rangkaian horizontal sebesar 115V DC, suara, 24V buat vetikal(tv tertentu ada yang 12V ganda simetris), dan 12V buat catu daya umum.

9. Jika cuma garis horizontal yang tampil , yang rusak ialah bagian penguat vertikal. Ukur catu daya 24V vertical tadi. Ukur elco di IC vertikal tersebut, misal TA8403. Ukur juga dioda dan resistor juga. Kalau bagus juga kemungkinan IC nya rusak, atau ada resistor daya yang putus. Ukur yoke harus ada tahanan, dan kabelnya terpasang dengan benar. Kalau tidak kemungkian osilator buat vertical tidak bekerja. IC osilator contohnya Toshiba TB 1238AN, LA76818A dan TDA9351PS. Ada juga yang komplit dengan IC program contoh IC Toshiba 8803CPANG

Mengukur Suara

1. Mengukur suara, urut dari speaker, soket, pasti ada IC yang pakai pendingin,itu adalah IC suara, namun chassis murah jug ada yang IC amplifiernya sudahterpaket dalam IC TV utamanya. Ukur speakernya dulu apakah short .

2. Ukur catu daya 12-20V DC. Jika bagus, berarti Cek IC osilatornya. Contoh ic suara Toshiba TA8256BH.

3. Untuk menyatukan warna, putar konvergen, yang dapat mengatur horizontal,vertical, dan magnet puritas.

Mengecek IC Program

1. Ceklah IC program seperti IC 87CM38 dan 24C04, untuk bagian setingnya mulai dari menu, fitur dll.

2. Jika tidak ada gambar, tetapi raster (bintik –bintik) ada, periksa antena. Apakah sudah diisi belum channelnya. Jika tidak dapat menangkap siaran, bisa jadi tunernya yang rusak (umumnya 8 kaki).

3. Jika sinyal Video AV tidak tampil, bisa jadi IC switch AV rusak, contohnya HCF4052B.

Mengecek Tampilan TV

1. Jika TV gelap , suara ada, periksa soket CRT, periksa juga heater di kaki 3 dan 4 pada tabung besar harus ada tegangan3-5v AC. Periksa juga Grid 2 di flyback, ukurlah, harus ada 400V DC.

2. Jika ada gambar ada tapi tidak berwarna, maka periksa khroma dengan mengganti Kristal 4.45 MHz. Jika masih tetap juga coba ganti IC osilatornya. Pada motherboard TV, biasa terdapat PTC untuk menghilangkan medan magnet, kalau tidak nanti warna belang belang. Untuk mengatur warna RGB, terdapat penguat video RGB, jika rusak bisa jadi cirinya satu warna hilang. Jika bagus, bisa jadi IC osilatornya rusak.

Trik cerdas mereparasi TV Berwarna:

1. Jika TV mati, ukur langsung ke transistor daya dan Transistor horizontal, langsung copot tranasitornya, terus ukur. Jika ternyata transitor kaki kolektornya dilepas, terdapat tegangan normal, besar kemungkinan transistornya shorted.

2. Jika suara mati sentuh kaki input amplifier, jika tidak bunyi beep kencang, besar kemungkinan IC amplifiernya jebol, jika bunyi beep kencang, bisa jadi IC osilatornya atau tuner rusak.